Melakukan perjalanan wisata akan terasa menyenangkan jika dilakukan bersama-sama, dengan keluarga atau para sahabat.
Meskipun demikian, perjalanan wisata seorang diri juga tidak kalah
mengasyikkan. Kita dapat menentukan sesuka hati ke mana akan pergi tanpa
perlu banyak kompromi.
1. Mudahkan diri
Bepergian seorang diri memang bisa membuat seseorang
menentukan destinasi sesuka hati. Namun, ini bukan berarti kita bisa
menjelajah ke pedalaman Papua tanpa pernah ke sana sebelumnya, atau
pergi ke benua yang jauh di sana. Ada baiknya untuk mengunjungi
destinasi yang pernah didatangi sebelumnya. Atau, jika memang ingin ke
tempat baru, bergabunglah dengan grup lain yang juga menuju ke sana.
2. Matangkan rencana
Buat
rencana perjalanan sebaik dan sematang mungkin. Manfaatkan fasilitas
Internet untuk mencari titik-titik wisata terbaik. Pergi sendiri memang
bisa mengikuti mau sendiri. Namun, bukan berarti kita tidak tahu tempat
apa yang akan dituju. Selain itu, cari tahu mengenai perbedaan zona
waktu. Akan jadi membingungkan jika mendarat di tempat tujuan ketika tengah malam.
3. Jadilah egois sesekali
Duduk
di taman selama berjam-jam atau mengunjungi lima restoran dalam satu
hari. Lewatkan museum atau destinasi yang biasa dikunjungi. Salah satu
hal paling menyenangkan dari bepergian sendirian adalah kita dapat
melakukan apa pun yang kita mau. Jadi, biarkan diri menjadi sedikit
serakah dan egois.
4. Waspada dan pahami lingkungan tujuan wisata
Hindari
mengenakan pakaian yang terlalu mengumbar aurat di daerah-daerah yang
mayoritas penduduknya muslim. Lalu, tinggalkan pula aksesori yang mahal
dan terlalu mencolok. Gunakan aksesori sewajarnya. Selain itu, jangan
bawa serta gadget mahal. Dengan begitu, kita akan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti pencurian.
5. Wisata sendiri bukan berarti menjadi penyendiri
Ada
kalanya kita bingung dan tersesat di tengah perjalanan. Pergi sendirian
bukan berarti kita tidak menanyakan arah yang benar untuk bisa kembali
ke jalan yang benar. Bicaralah dengan orang-orang sekitar. Bahkan,
dengan wisata sendiri, kesempatan berbicara dengan penduduk setempat
menjadi lebih besar. Dengan begitu, informasi tentang keunikan tempat
wisata juga banyak didapat atau bahkan bisa mendapatkan teman baru.
6. Tetap berhubungan
Tetap
jaga hubungan dengan keluarga atau sahabat selama dalam perjalanan
wisata. Jika terjadi sesuatu dengan kita, keluarga dan sahabat akan
selalu ada.
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Kamis, 28 November 2013
Tips Wisata Keluarga
Tips Wisata Keluarga agar mendapatkan liburan yang aman
dan tidak mempunyai banyak resiko kecelakaan yang memang bisa terjadi karena
kelalaian manusianya sendiri. Dengan menggunakan panduan tips wisata keluarga Anda bisa mengamankan seluruh anggota keluarga
Anda dari kejadian yang tidak diinginkan. Selain itu mengikuti petunjuk tips
wisata keluarga sangat bisa memberikan keamanan dalam perjalanan pada saat
di tempat wisata maupun sebelum merencanakan liburan.
1. Rencana
Planning
atau rencana sangat dibutuhkan jika Anda akan berwisata dengan keluarga Anda,
membawa banyak anggota keluarga menjadikan Anda sebagai kepala rumah tangga
atau menjadi penanggung jawab dalam wisata keluarga tersebut. Rencanakan mau
berwisata dimana tujuannya apa, dan yang pasti jangan sampai Anda ketempat
tujuan yang salah satu keluarga Anda mengalami serangan penyakit jika pergi
ketempat itu. Contoh salah satu anggota keluarga Anda alergi dingin Anda
berwisata bersama ke puncak, bisa dibayangkan tersiksanya orang terserang
alergi dingin.
2. Bawa yang
penting
Meminimalisasi
bawaan karena membutuhkna tempat duduk yang banyak di dalam mobil Anda, jangan
sampai mobil Anda penuh denga barang bawaa padahal mobil tersebut tidak muat
menampung seluruh anggota keluarga Anda. Jadi bawa yang penting kemudian pilih
yang tidak begitu penting dan yang tidak penting tinggalkan saja dirumah.
3. Obat –
obatan
Siapa bilang
tidak diperlukan membawa obat – obatan, kebanyakan tempat pariwisata di
Indonesia belum difasilitasi dengan tempat kesehatan yang layak. Ada baiknya
Anda yang mempersiapkan minimal P3K untuk pertolongan pertama keluarga Anda
sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat.
4. Budget
Masalah
biaya juga harus diperhitungkan dengan membawa banyak orang dalam wisata
keluarga Anda tidak maukan kelihatan sangat minimalis liburannya, nah semua itu
bisa disiasati dalam perencanaan budget atau anggaran yang Anda keluarkan saat
berlibur.
Dengan
keempat tips wisata keluarga tersebut Anda sudah sangat bisa mengamankan serta
memberikan kesenangan terhadap seluruh anggota keluarga yang ikut dalam wisata
tersebut. Selain itu dengan panduan ini diharapkan tetap berhati – hati karena
kelalaian manusia bisa terjadi setiap saat, dan selamat berlibur bersama
keluarga tercinta.
Tips Wisata Keluarga agar mendapatkan liburan yang aman dan tidak
mempunyai banyak resiko kecelakaan yang memang bisa terjadi karena kelalaian
manusianya sendiri. Dengan menggunakan panduan tips wisata keluarga Anda bisa mengamankan seluruh anggota keluarga
Anda dari kejadian yang tidak diinginkan. Selain itu mengikuti petunjuk tips
wisata keluarga sangat bisa memberikan keamanan dalam perjalanan pada saat
di tempat wisata maupun sebelum merencanakan liburan.
1.
Rencana
Planning atau
rencana sangat dibutuhkan jika Anda akan berwisata dengan keluarga Anda,
membawa banyak anggota keluarga menjadikan Anda sebagai kepala rumah tangga
atau menjadi penanggung jawab dalam wisata keluarga tersebut. Rencanakan mau
berwisata dimana tujuannya apa, dan yang pasti jangan sampai Anda ketempat
tujuan yang salah satu keluarga Anda mengalami serangan penyakit jika pergi
ketempat itu. Contoh salah satu anggota keluarga Anda alergi dingin Anda
berwisata bersama ke puncak, bisa dibayangkan tersiksanya orang terserang
alergi dingin.
2.
Bawa yang penting
Meminimalisasi
bawaan karena membutuhkna tempat duduk yang banyak di dalam mobil Anda, jangan
sampai mobil Anda penuh denga barang bawaa padahal mobil tersebut tidak muat
menampung seluruh anggota keluarga Anda. Jadi bawa yang penting kemudian pilih
yang tidak begitu penting dan yang tidak penting tinggalkan saja dirumah.
3.
Obat – obatan
Siapa bilang
tidak diperlukan membawa obat – obatan, kebanyakan tempat pariwisata di
Indonesia belum difasilitasi dengan tempat kesehatan yang layak. Ada baiknya Anda
yang mempersiapkan minimal P3K untuk pertolongan pertama keluarga Anda sebelum
dibawa ke rumah sakit terdekat.
4.
Budget
Masalah biaya juga
harus diperhitungkan dengan membawa banyak orang dalam wisata keluarga Anda
tidak maukan kelihatan sangat minimalis liburannya, nah semua itu bisa
disiasati dalam perencanaan budget atau anggaran yang Anda keluarkan saat
berlibur.
Dengan keempat tips wisata
keluarga tersebut Anda sudah sangat bisa mengamankan serta memberikan
kesenangan terhadap seluruh anggota keluarga yang ikut dalam wisata tersebut.
Selain itu dengan panduan ini diharapkan tetap berhati – hati karena kelalaian
manusia bisa terjadi setiap saat, dan selamat berlibur bersama keluarga
tercinta.
Tips Wisata Keluarga agar mendapatkan liburan yang aman dan tidak
mempunyai banyak resiko kecelakaan yang memang bisa terjadi karena kelalaian
manusianya sendiri. Dengan menggunakan panduan tips wisata keluarga Anda bisa mengamankan seluruh anggota keluarga
Anda dari kejadian yang tidak diinginkan. Selain itu mengikuti petunjuk tips
wisata keluarga sangat bisa memberikan keamanan dalam perjalanan pada saat
di tempat wisata maupun sebelum merencanakan liburan.
1.
Rencana
Planning atau
rencana sangat dibutuhkan jika Anda akan berwisata dengan keluarga Anda,
membawa banyak anggota keluarga menjadikan Anda sebagai kepala rumah tangga
atau menjadi penanggung jawab dalam wisata keluarga tersebut. Rencanakan mau
berwisata dimana tujuannya apa, dan yang pasti jangan sampai Anda ketempat
tujuan yang salah satu keluarga Anda mengalami serangan penyakit jika pergi
ketempat itu. Contoh salah satu anggota keluarga Anda alergi dingin Anda
berwisata bersama ke puncak, bisa dibayangkan tersiksanya orang terserang
alergi dingin.
2.
Bawa yang penting
Meminimalisasi
bawaan karena membutuhkna tempat duduk yang banyak di dalam mobil Anda, jangan
sampai mobil Anda penuh denga barang bawaa padahal mobil tersebut tidak muat
menampung seluruh anggota keluarga Anda. Jadi bawa yang penting kemudian pilih
yang tidak begitu penting dan yang tidak penting tinggalkan saja dirumah.
3.
Obat – obatan
Siapa bilang
tidak diperlukan membawa obat – obatan, kebanyakan tempat pariwisata di
Indonesia belum difasilitasi dengan tempat kesehatan yang layak. Ada baiknya Anda
yang mempersiapkan minimal P3K untuk pertolongan pertama keluarga Anda sebelum
dibawa ke rumah sakit terdekat.
4.
Budget
Masalah biaya juga
harus diperhitungkan dengan membawa banyak orang dalam wisata keluarga Anda
tidak maukan kelihatan sangat minimalis liburannya, nah semua itu bisa
disiasati dalam perencanaan budget atau anggaran yang Anda keluarkan saat
berlibur.
Dengan keempat tips wisata
keluarga tersebut Anda sudah sangat bisa mengamankan serta memberikan
kesenangan terhadap seluruh anggota keluarga yang ikut dalam wisata tersebut.
Selain itu dengan panduan ini diharapkan tetap berhati – hati karena kelalaian
manusia bisa terjadi setiap saat, dan selamat berlibur bersama keluarga
tercinta.
Tips Rafting
Kondisi tubuh.
Sebaiknya peserta arung jeram dalam kondisi berbadan sehat. Tidak masalah jika Anda tidak bisa berenang, namun sebaiknya utarakan kepada pemandu bahwa Anda tidak bisa berenang. Untuk usia peserta, kebijakan setiap operator berbeda-beda karena tergantung kondisi sungai dan tingkat kesulitan pengarungan. Di Arus Liar, anak-anak mulai dari usia 6 tahun bisa menjadi peserta arung jeram.
Pakaian.
Sebaiknya kenakan celana pendek dan kaus katun yang nyaman. Agar nyaman, kenakan sandal sebagai alas kaki. Sebaiknya gunakan sandal gunung daripada mengenakan sandal jepit.
Perlengkapan.
Gunakan helm pelindung dan jaket pelampung (life jacket). Pilih jaket sesuai ukuran tubuh Anda. Cari jaket yang pas di badan, tidak kesempitan maupun terlalu longgar. Jaket pelampung tersedia dalam beberapa ukuran dan bisa diatur.
Pilih helm dengan ukuran pas di kepala. Helm tersedia dalam beberapa ukuran. Cara memastikan helm yang pas adalah tali tidak menyeberang dagu, melainkan berada di bawah dagu. Tetapi jangan sampai tali terlalu sempit hingga menyakiti dagu Anda.
Pemanasan.
Tak ada salahnya Anda melakukan sedikit pemanasan sebelum melakukan arung jeram. Di beberapa operator arung jeram, hal ini seringkali jarang dilakukan. Namun tetap saja, arung jeram adalah olahraga. Jika pemanasan kurang, bisa-bisa di tengah mengayuh dayung, tangan Anda kram.
Posisi duduk.
Duduklah di tepi perahu karet. Jangan di tengah ataupun di dasar perahu karet. Hal ini untuk memudahkan Anda menyeimbangkan tubuh. Ikuti instruksi di mana sebaiknya Anda duduk. Kadang posisi duduk diatur sesuai dengan berat badan peserta.
Anda bisa memilih duduk di sisi kiri atau sisi kanan. Ingatlah posisi duduk Anda karena berhubungan dengan cara mengayuh dayung dan instruksi saat mengayuh. Lalu jepit kaki di bagian dasar perahu. Ada kantung khusus untuk meletakkan kaki agar Anda tak mudah terjengkang.
Dayung.
Anda harus memperhatikan dengan benar cara membawa dan menggunakan dayung. Walau tampak hanya sebilah papan, salah-salah Anda bisa melukai diri sendiri maupun orang lain saat mendayung. Jika Anda duduk di sebelah kanan, genggam ujung dayung berbentuk “T” dengan telapak tangan kanan. Sementara tangan sebelah kiri menggenggam tengah-tengah tongkat dayung.
Mengayuh.
Sebelum memulai arung jeram, instruktur biasanya akan mengajarkan terlebih dahulu berbagai aba-aba. Di antaranya adalah instruksi “Maju” dan “Mundur”. Instruksi “Maju” yaitu dayung dikayuh ke arah dalam untuk membuat perahu maju. Sebaliknya dari arah dalam ke luar akan membuat perahu mundur dan diinstruksikan dengan aba-aba “Mundur”.
Untuk aba-aba mengayuh biasanya ada tambahan intruksi berupa “Kanan” dan “Kiri”. Hal ini untuk menunjuk ke orang yang bertugas mengayuh. Jadi, instruksi yang biasa diucapkan berupa “Kanan Maju, Kiri Mundur” atau “Kanan Mundur, Kiri Maju”. Kedua instruksi ini untuk membantu pemandu dalam membelokkan perahu ke kanan atau ke kiri.
Jadi misalnya “Kanan Maju, Kiri Mundur”, maka orang yang duduk di sebelah kanan segera mengayuh maju dayungnya, sementara orang yang duduk di kiri serentak mengayuh dayung mundur. Sebaliknya, instruksi “Kanan Mundur, Kiri Maju” maka orang yang duduk di kiri mengayuh dayung maju dan orang yang di sebelah kanan mendayung ke arah mundur.
Selain itu, terdapat pula aba-aba “Stop”. Jika Anda mendengar instruksi ini, maka angkat dayung Anda atau berhenti mengayuh dayung. Ada pula instruksi “Pindah Kanan” dan “Pindah Kiri”. Bila terdengar “Pindah Kanan”, maka orang di sebelah kiri segera pindah ke sisi kanan perahu, sementara orang di sebelah kanan tetap di posisinya. Begitu sebaliknya, jika terdengar instruksi “Pindah Kiri”.
Jika Anda mendengar instruksi “Boom”, maka instruksi ini dimaksudkan untuk menghindari jeram. Peserta segera mengangkat dayung dan badan merunduk ke dalam perahu, serta berpegangan pada perahu. Hal ini agar menjaga keseimbangan badan agar tidak terlempar ke sungai.
Saat terjatuh.
Bila Anda terlempar ke sungai, tetaplah tenang dan jangan panik. Namun, cara berenangnya tidak seperti berenang di kolam renang. Arahkan tubuh Anda menghadap ke atas atau bawa tubuh menjadi terlentang, seakan sedang berbaring di atas air.
Lalu arahkan tubuh sesuai arus sungai, jangan melawan arus atau membelakangi arus. Angkat kaki tinggi dan menghadap ke depan atau ke arah hilir sungai. Hal ini agar Anda mengetahui jika ada batu di depan Anda dan bisa menahannya dengan kaki.
Jika Anda terlempar cukup jauh, biasanya pemandu akan melempar tali sepanjang 20 meter. Peserta bisa menyambar tali tersebut dan akan ditarik menuju perahu.
Perahu terbalik.
Kadang saat arus deras atau memang disengaja, perahu akan terbalik. Di beberapa kejadian, peserta akan berada di dalam perahu yang terbalik. Suasana yang seketika gelap kadang membuat panik. Jika hal ini terjadi, tetaplah tenang.
Walau perahu terbalik, di perahu terdapat celah udara. Cobalah keluar dari balik perahu dengan cara menyelam. Namun sebenarnya di dalam perahu pun tetap aman. Hanya saja sebaiknya berusaha keluar agar tidak terkena batu.
Sebaiknya peserta arung jeram dalam kondisi berbadan sehat. Tidak masalah jika Anda tidak bisa berenang, namun sebaiknya utarakan kepada pemandu bahwa Anda tidak bisa berenang. Untuk usia peserta, kebijakan setiap operator berbeda-beda karena tergantung kondisi sungai dan tingkat kesulitan pengarungan. Di Arus Liar, anak-anak mulai dari usia 6 tahun bisa menjadi peserta arung jeram.
Pakaian.
Sebaiknya kenakan celana pendek dan kaus katun yang nyaman. Agar nyaman, kenakan sandal sebagai alas kaki. Sebaiknya gunakan sandal gunung daripada mengenakan sandal jepit.
Perlengkapan.
Gunakan helm pelindung dan jaket pelampung (life jacket). Pilih jaket sesuai ukuran tubuh Anda. Cari jaket yang pas di badan, tidak kesempitan maupun terlalu longgar. Jaket pelampung tersedia dalam beberapa ukuran dan bisa diatur.
Pilih helm dengan ukuran pas di kepala. Helm tersedia dalam beberapa ukuran. Cara memastikan helm yang pas adalah tali tidak menyeberang dagu, melainkan berada di bawah dagu. Tetapi jangan sampai tali terlalu sempit hingga menyakiti dagu Anda.
Pemanasan.
Tak ada salahnya Anda melakukan sedikit pemanasan sebelum melakukan arung jeram. Di beberapa operator arung jeram, hal ini seringkali jarang dilakukan. Namun tetap saja, arung jeram adalah olahraga. Jika pemanasan kurang, bisa-bisa di tengah mengayuh dayung, tangan Anda kram.
Posisi duduk.
Duduklah di tepi perahu karet. Jangan di tengah ataupun di dasar perahu karet. Hal ini untuk memudahkan Anda menyeimbangkan tubuh. Ikuti instruksi di mana sebaiknya Anda duduk. Kadang posisi duduk diatur sesuai dengan berat badan peserta.
Anda bisa memilih duduk di sisi kiri atau sisi kanan. Ingatlah posisi duduk Anda karena berhubungan dengan cara mengayuh dayung dan instruksi saat mengayuh. Lalu jepit kaki di bagian dasar perahu. Ada kantung khusus untuk meletakkan kaki agar Anda tak mudah terjengkang.
Dayung.
Anda harus memperhatikan dengan benar cara membawa dan menggunakan dayung. Walau tampak hanya sebilah papan, salah-salah Anda bisa melukai diri sendiri maupun orang lain saat mendayung. Jika Anda duduk di sebelah kanan, genggam ujung dayung berbentuk “T” dengan telapak tangan kanan. Sementara tangan sebelah kiri menggenggam tengah-tengah tongkat dayung.
Mengayuh.
Sebelum memulai arung jeram, instruktur biasanya akan mengajarkan terlebih dahulu berbagai aba-aba. Di antaranya adalah instruksi “Maju” dan “Mundur”. Instruksi “Maju” yaitu dayung dikayuh ke arah dalam untuk membuat perahu maju. Sebaliknya dari arah dalam ke luar akan membuat perahu mundur dan diinstruksikan dengan aba-aba “Mundur”.
Untuk aba-aba mengayuh biasanya ada tambahan intruksi berupa “Kanan” dan “Kiri”. Hal ini untuk menunjuk ke orang yang bertugas mengayuh. Jadi, instruksi yang biasa diucapkan berupa “Kanan Maju, Kiri Mundur” atau “Kanan Mundur, Kiri Maju”. Kedua instruksi ini untuk membantu pemandu dalam membelokkan perahu ke kanan atau ke kiri.
Jadi misalnya “Kanan Maju, Kiri Mundur”, maka orang yang duduk di sebelah kanan segera mengayuh maju dayungnya, sementara orang yang duduk di kiri serentak mengayuh dayung mundur. Sebaliknya, instruksi “Kanan Mundur, Kiri Maju” maka orang yang duduk di kiri mengayuh dayung maju dan orang yang di sebelah kanan mendayung ke arah mundur.
Selain itu, terdapat pula aba-aba “Stop”. Jika Anda mendengar instruksi ini, maka angkat dayung Anda atau berhenti mengayuh dayung. Ada pula instruksi “Pindah Kanan” dan “Pindah Kiri”. Bila terdengar “Pindah Kanan”, maka orang di sebelah kiri segera pindah ke sisi kanan perahu, sementara orang di sebelah kanan tetap di posisinya. Begitu sebaliknya, jika terdengar instruksi “Pindah Kiri”.
Jika Anda mendengar instruksi “Boom”, maka instruksi ini dimaksudkan untuk menghindari jeram. Peserta segera mengangkat dayung dan badan merunduk ke dalam perahu, serta berpegangan pada perahu. Hal ini agar menjaga keseimbangan badan agar tidak terlempar ke sungai.
Saat terjatuh.
Bila Anda terlempar ke sungai, tetaplah tenang dan jangan panik. Namun, cara berenangnya tidak seperti berenang di kolam renang. Arahkan tubuh Anda menghadap ke atas atau bawa tubuh menjadi terlentang, seakan sedang berbaring di atas air.
Lalu arahkan tubuh sesuai arus sungai, jangan melawan arus atau membelakangi arus. Angkat kaki tinggi dan menghadap ke depan atau ke arah hilir sungai. Hal ini agar Anda mengetahui jika ada batu di depan Anda dan bisa menahannya dengan kaki.
Jika Anda terlempar cukup jauh, biasanya pemandu akan melempar tali sepanjang 20 meter. Peserta bisa menyambar tali tersebut dan akan ditarik menuju perahu.
Perahu terbalik.
Kadang saat arus deras atau memang disengaja, perahu akan terbalik. Di beberapa kejadian, peserta akan berada di dalam perahu yang terbalik. Suasana yang seketika gelap kadang membuat panik. Jika hal ini terjadi, tetaplah tenang.
Walau perahu terbalik, di perahu terdapat celah udara. Cobalah keluar dari balik perahu dengan cara menyelam. Namun sebenarnya di dalam perahu pun tetap aman. Hanya saja sebaiknya berusaha keluar agar tidak terkena batu.
Jumat, 10 Mei 2013
Tips Melaksanakan Rapat
Tips Melaksanakan Rapat
Pra pertemuan
Buatlah rencana terlebih dahulu! Tulis siapa yang akan diundang, tujuan, dan topik yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.Buatlah tujuan yang spesifik
Tentukan hasil akhir yang diharapkan dari sebuah pertemuan. Semisal, penentuan langkah-langkah untuk meningkatkan layanan kepada konsumen, penentuan desain untuk produk di bulan Desember dan lain-lain.
Gunakan prinsip 5W + 1H
Dalam sebuah pertemuan sangat penting untuk menentukan hasil spesifik. Tentukan kapan, siapa, bagaimana, dimana, kenapa, dan apa yang diperlukan untuk menjalankan hasil pertemuan tersebut.
Bagikan agenda
Sebelum rapat dimulai, bagikan agenda berisi poin-poin penting yang akan dibahas dalam rapat. Sertakan juga pertanyaan-pertanyaan yang bisa memancing peserta untuk lebih aktif berpikir dan berpendapat.
Ucapan selamat datang
Sebelum rapat dimulai sebaiknya para peserta dipersilahkan duduk, lalu diminta memastikan ketersediaan agenda. Selain itu, pemimpin rapat mengatakan tujuan, kapan rapat akan dimulai dan selesai.
Tentukan aturan main
Segera mulai diskusi dan tetapkan aturan main yang tegas. Semisal, obrolan yang dirasa menyimpang dari topik bisa dihentikan, tidak boleh merokok di dalam ruangan dan sebagainya. Pemimpin rapat juga harus menjaga agar rapat tetap berjalan sesuai dengan tujuan, memberi penekanan pada beberapa poin penting serta mencatat pertanyaan-pertanyaan yang muncul.
Gunakan "time keeper"
Time keeper (TK) bertugas mengingatkan pemimpin agar setiap agenda berjalan tepat waktu. Jika ada hal-hal lain yang dirasa penting, namun tidak termasuk dalam agenda, maka TK bisa memberi tambahan waktu sebanyak 5 menit.
Buatlah catatan
Tentukan staf yang bisa menjadi notulen dan mencatat informasi penting di dalam rapat, seperti kontak person, rincian aktivitas atau staf yang bertanggung-jawab untuk proyek tertentu.Rangkum dan ucapkan terima kasih
Buatlah rangkuman
Dari poin-poin yang dibicarakan di akhir rapat. Berikan tanggung-jawab kepada setiap orang terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan. Hentikan rapat sesuai jadwal lalu ucapkan terima kasih kepada setiap orang atas kedatangan dan kontribusi mereka.
Tips Out Bound
Tips Melaksanakan Out Bound
Out Bound dewasa ini lebih dikenal sebagai kumpulan permainan yang
disusun berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dan dilakukan di luar
ruangan. Pemainnya adalah orang-orang yang membutuhkan pencerahan dalam
bidang leadership, management skill, atau sekedar refreshing di sela
kesibukan kerja yang padat. Dalam out bound harus ada pemandu atau
instruktur yang bertugas menunjukkan peraturan permainan dan
menyampaikan “hikmah” dari permainan tersebut dan pemain yang bertugas
menemukan dan mengaplikasikan hikmah permainannya di dunia nyata.
Out bound sekarang lebih variatif. Kadang-kadang membedakan antara out bound yang “serius”, artinya mengandung tujuan tertentu yang harus dicapai dengan out bound yang sekedar hiburan untuk bersenang-senang. Tentu hal ini membuat calon konsumen harus benar-benar menentukan tujuan diadakannya kegiatan out bound tersebut. Berikut tips sebelum melaksanakan kegiatan out bound yang sebaiknya Anda pertimbangkan :
- Tentukan tujuan kegiatan. Sebaiknya Anda membuat daftar tujuan yang ingin dicapai. Evaluasi kinerja karyawan, analisa masalah, solusi yang dibutuhkan semuanya ditulis dalam lembaran kertas. Lebih baik lagi bila Anda mengadakan survei kebutuhan dari seluruh calon peserta out bound. Libatkan penyelenggara outbound agar membantu mendeskripsikan tujuan Anda dalam lembar self assessment. Penyelanggara ini sebaiknya diberi tahu dahulu bahwa ini baru sekedar sharing menentukan tujuan, belum sebagai tanda kontrak sehingga jika Anda merasa ada ketidakcocokan bisa memilih penyelenggara lain (biasa disebut EO, Event Organizer)
- Mintalah EO agar menyusun skenario sekaligus permainan yang akan dilaksanakan. Penjelasan EO mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan harus Anda cerna baik-baik agar kedua pihak sepakat dan menyetujui hasil akhirnya. Anda juga bisa mengajukan pertimbangan untuk membantu EO menentukan langkah-langkahnya per tahapan kegiatan.
- Buatlah perjanjian hitam di atas putih dengan EO berkenaan dengan resiko, pembayaran dan garansi bila ada.
- Pastikan bahwa seluruh kegiatan harus menganut asas Safety First, artinya kalau tidak aman buat apa dilakukan. Toh bagaimanapun karyawan adalah sumber daya yang besar artinya bagi Anda dibanding permainan yang harus dilakukan.
- Ajaklah seluruh calon peserta out bound untuk mempersiapkan diri menerima hal baru demi perbaikan kinerja sehingga mereka sudah siap menerima “perubahan”.
- Disiplinkan diri Anda dalam kegiatan out bound. Artinya jika Anda menghendaki perubahan team maka Anda sendiri harus menjadi contoh perubahan itu terlebih dahulu.
- Pilihlan EO yang tepat. artinya dari berangkat sampai pulang konsumen terima beres, namun masih menjadi hak konsumen untuk melakukan penawaran. Tanyakan rincian biayanya, pilihlah yang kira-kira bisa dipegang sendiri dan lebih murah lalu diskusikan dengan EO. Jika mereka menolak, pertimbangkanlah alasannya apakah karena makanan dan minuman terbut masuk dalam program permainan atau tidak. Pada dasarnya kita membutuhkan EO hanya untuk memandu permainan, bukan sebagai pelayan restoran.
Sebenarnya tidak ada ukuran untuk menilai apakah sebuah kegiatan out bound yang telah dilaksanakan dianggap berhasil atau gagal. Penyebabnya, seringkali peserta out bound yang telah siap melakukan perubahan itu mendapati permainan yang tidak sesuai dengan persepsi awal mereka. Atau value yang telah diperoleh peserta tiba-tiba menguap ketika sudah kembali ke tempat kerja masing-masing karena para pemimpin kantor yang tidak siap berubah dan masih menggunakan budaya lama. Dengan demikian, menilai EO dengan ukuran keberhasilan out bound jelas sulit sekali dilakukan. Selama ini EO dinilai berhasil jika kegiatan aman, lancar, fasilitas lengkap, pelayanan memuaskan.
Out bound memang menyenangkan selain manfaat yang diperolehpun sangat banyak. Namun perlu Anda tahu bahwa tidak semua orang menyukai pengembangan diri dengan jalan out bound. Mungkin karena idealisme, agama, dan pengalaman hidup yang tidak mengenakkan membuat sebagian orang enggan terlibat aktif dalam permainan out bound. Jika ini terjadi maka sebenarnya tidak hanya perusahaan yang rugi telah mengeluarkan banyak biaya, namun juga rekan se team akan merasakan aura perubahan yang ternoda. Maka sebaiknya sebelum mengadakan out bound, tawarkanlah terlebih dahulu kepada semua peserta apakah bisa menerima dan sanggup melakukan kegiatan atau tidak. Jika ada satu orang saja yang menolak, sebaiknya Anda berpikir ulang sebelum kehilangan banyak uang. Toh pengembangan diri tidak hanya di out bound, namun masih banyak cara lain yang bisa ditempuh.
Tips Memilih Event Organizer untuk Acara Anda
Memilih Event Organizer untuk Acara Anda
Event Organizer sangat dibutuhkan dari mulai membuat konsep acara hingga pelaksanaan acara tersebut, sesuai dengan fungsi dari event organizer yaitu sebuah jasa professional untuk penyelenggaraan suatu acara misalnya acara pernikahan,pesta ulang tahun anak, dan acara – acara besar lainnya yang akan menjalankan tugasnya sesuai dengan apa yang diinginkan konsumennya.
Semakin padatnya waktu seseorang dalam kesehariannya, yang sering disibukkan dengan pekerjaan – pekerjaan kantor dan sebagainya, sehingga hal ini menjadikan bisnis event organizer yang sering disebut dengan EO ini kian hari kian menjamur. Banyak bermunculan bisnis – bisnis EO ( Event organizer ) tersebut terlebih lagi di kota – kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogjakarta dan kota – kota besar lainnya yang ada di Indonesia. Penawaran – penawaran yang beragam pun banyak ditawarkan dan dipromosikan oleh masing – masing penyedia jasa EO ( Event Organizer ) tersebut. Penawaran – penawaran yang dilakukan misalnya dari segi keterjangkauan harga, pelayanan yang memuaskan dari awal pembuatan konsep acara sampai pada saat berlangsungnya acara.
Selain banyak penawaran – penawaran pelayanan yang ditawarkan dari masing – masing jasa EO Event Organizer, ada beberapa macam pula jenis – jenis Event Organizer yang masing – masing menawarkan pelayanan yang sesuai dengan acara yang akan diselenggarakan oleh konsumen / klien. Misalnya saja ada Event Organizer yang khusus mengutamakan pelayanan untuk menyelenggarakan Pertemuan (meeting), Event Organizer ini sering disebut dengan EO MICE yaitu Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition. Disamping itu ada juga Event Organizer yang khusus menyediakan layanan jasa pada aktivitas promosi penjualan suatu perusahaan dan untuk memperkenalkan merk perusahaan tertentu kepada konsumen. Ada juga Event Organizer yang khusus bergerak pada pelayanan jasa pernikahan, jasa penyelenggaraan ulang tahun, dan Event organizer untuk musik dan dunia hiburan lainnya, bahkan sampai pada Event Organizer berkelas Internasional, biasanya untuk jasa layanan dari penyelenggaraan berkelas Internasional ini dilakukan oleh jasa Event Organizer yang sudah profesional.
Semakin padatnya waktu seseorang dalam kesehariannya, yang sering disibukkan dengan pekerjaan – pekerjaan kantor dan sebagainya, sehingga hal ini menjadikan bisnis event organizer yang sering disebut dengan EO ini kian hari kian menjamur. Banyak bermunculan bisnis – bisnis EO ( Event organizer ) tersebut terlebih lagi di kota – kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogjakarta dan kota – kota besar lainnya yang ada di Indonesia. Penawaran – penawaran yang beragam pun banyak ditawarkan dan dipromosikan oleh masing – masing penyedia jasa EO ( Event Organizer ) tersebut. Penawaran – penawaran yang dilakukan misalnya dari segi keterjangkauan harga, pelayanan yang memuaskan dari awal pembuatan konsep acara sampai pada saat berlangsungnya acara.
Selain banyak penawaran – penawaran pelayanan yang ditawarkan dari masing – masing jasa EO Event Organizer, ada beberapa macam pula jenis – jenis Event Organizer yang masing – masing menawarkan pelayanan yang sesuai dengan acara yang akan diselenggarakan oleh konsumen / klien. Misalnya saja ada Event Organizer yang khusus mengutamakan pelayanan untuk menyelenggarakan Pertemuan (meeting), Event Organizer ini sering disebut dengan EO MICE yaitu Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition. Disamping itu ada juga Event Organizer yang khusus menyediakan layanan jasa pada aktivitas promosi penjualan suatu perusahaan dan untuk memperkenalkan merk perusahaan tertentu kepada konsumen. Ada juga Event Organizer yang khusus bergerak pada pelayanan jasa pernikahan, jasa penyelenggaraan ulang tahun, dan Event organizer untuk musik dan dunia hiburan lainnya, bahkan sampai pada Event Organizer berkelas Internasional, biasanya untuk jasa layanan dari penyelenggaraan berkelas Internasional ini dilakukan oleh jasa Event Organizer yang sudah profesional.
Langganan:
Postingan (Atom)